Rabu, 29 Juli 2020

Suntikan Spirit, Mari Menulis!!



 

Bertepatan pada hari selasa tanggal 28 Juli 2020, merupakan hari yang luar biasa dalam dunia kepenulisan yang tak lain adalah acara launchingnya SPK (Sahabat Pena Kita) Tulungagung dengan memanfaatkan ruang diskusi online melalui via Zoom. Launchingnya SPK kemaren tidak hanya diikuti oleh peserta dari kota Tulungaguang saja, namun juga diikuti dari berbagai daerah luar Tulungagung. SPK (Sahabat Pena Kita) bisa dikatakan sebagai kumpulan para penulis dari seluruh Indonesia, bahkan anggota SPK pusat ada juga yang dari luar Indonesia yaitu Negeri Jiran, Malaysia.
Konon katanya, sebelum grub ini diresmikan sebagai SPK Tulungagung, grub ini berawal dari sebuah grub WA yang dijadikan sebagai komunitas Literasi dibawah bimbingan Dr. Ngainun Naim dari tahun lalu. Menurut beliau, grub ini sempat mengalami pasang surut bagaikan ombak. Namun sekarang dengan adanya semangat yang tumbuh, maka grub ini terbangun dari tidurnya dengan suasana yang baru tentu dengan penuh energi dan semangat. Jadi teringat lirik ini “bangun tidur, tidur lagi... bangun lagi, tidur lagiii... banguuuuuuun, tidur lagi...”. Nah ada yang kenal atau bahkan hafal lirik lagunya? Pasti teman-teman semua kenal donk,, siapa penyanyi ngetren tersebut. Lirik tersebut merupakan lirik “Bangun Tidur” dari lagu single karangannya mbah surip Hahaha... Okey, kembali ke laap..top,, ea ea ea Dengan semangat yang menggelora, grub WA yang sekarang menjadi SPK Tulungagung ini tentunya sudah bangun dan lebih semangat lagi.
Kalau kita bisa mengambil hikmah dibalik pandemi ini, tentu semangat prodiktivitas diri seseorang banyak yang semakin meningkat. Terbukti dengan banyaknya tuisan karya-karya lewat kumpulan tulisan antologi, menulis di blog atau bahkan status WA. Hal ini mungkin karena seringnya mager dirumah dan bingung mau ngapain, yang kemudian muncul pikiran daripada bingung mending ikut-ikut acara atau gabung dengan grub-grub WA yang tentunya bisa menambah semangat luar yang biasa.
Nah kembali lagi dengan acara launchingnya SPK Tulungagung yang diadakannya melalui via zoom yang tentu bisa menjadi energi baru pada dunia kepenulisan. Acara ini juga turut mengundang orang dari luar SPK Tulungagung yang merupakan cabang dari SPK pusat, tentunya acara ini akan memberikan energi baru dan kinyis-kinyis, sehingga dapat menyuntikkan semangat dalam menulis entah melalui blog atau bahkan karya ilmiah.
Acara diskusi ini di moderatori oleh saudara kita yaitu Thoriqul Aziz yang merupakan ketua SPK Tulungagung. Selanjutnya, sebelum ke acara inti selaku penasehat SPK yaitu Bapak Dr.Ngainun Naim memberikan pengantar dengan sedikit wejangan kepada para peserta diskusi, yang tak lain wejangannya ini menyenggol saya pribadi yaitu tentang empat level malu dalam menulis. Apa saja empat level malu dalam menulis tersebut:
Pertama, Malu untuk menulis. Malu disini disebabkan karena kurang percaya diri seseorang dalam menulis.
Kedua, Orang yang sudah menulis, namun malu dibaca orang lain. Nah ini persoalan tentang kecemasan dalam diri seseorang. Bisa jadi karena takut di kritik seseorang tentang tulisan yang sudah dibuat.
Ketiga, Mulai berkurang rasa malu karena sudah terbiasa menulis. Level ini sudah ada peningkatan karena dia sudah terbiasa untuk menulis, sehingga kebal dengan komentar-komentar seseorang terhadap tulisannya.
Ketiga, Sudah malu kalau tidak menulis. Level ini merupakan level tertinggi dari malu menulis.
Dengan level tersebut perlu solusi sebagai memecahkan masalah dalam menulis yaitu dengan mengikuti grub kepenulisan, sehingga dengan mengikuti grub sangat penting dan bisa mendapatkan salah satu suntikan untuk menulis. Sebagai contohnya di SPK Tulungagung yang mempunyai program dan aturan tersediri bahwa anggota grub wajib memiliki blog dan mau mengisi dengan menulis blog 1 minggu sekali yaitu wajib dan sunnah. Dengan adanya aturan tersebut, pastinya dapat menumbuhkan gelora SPK Tulungagung untuk tetap bisa semangat menggerakkan tangannya untuk berkarya melalui tulisan.
Kemudian narasumber pada acara inti yang disampaikan oleh Bapak Muhammad Arfan Mu’amar selaku pengurus SPK Pusat yang tak lain sebagai sahabat pena pusat yang sekaligus akan melauncing SPK Tulungagung. Beliau menuturkan bahwa SPK Tulungagung mencapai lompatan yang sangat cepat, bahkan mungkin ini pertama SPK daerah yang pernah launching atau meresmikan secara resmi, dan bisa dikatakan SPK Tulungagung ini sebagai trend center.
Menurut Pak Arfan dalam penyampaiannya tentang bagaimana tradisi menulis yang merupakan puncaknya dari suatu aktivitas yang dilakukan. Dalam mencapai tradisi ini tentunya ada tingkatannya. Tingkatan dalam menulis itu tentu harus di mulai dari yang namanya kesadaran pada diri sendiri. Dengan adanya motivasi dalam membangun kesadaran seseorang, tentunya dengan kesadaran yang terbangun maka harusah dilakukan kebiasaan sehingga dengan kebiasaan ini tentu harus mengajarkan teman-teman yang ada disekitar kita agar ikut sadar dalam menulis sehingga tumbullah kepedulian. Sehingga dengan adanya SPK akan muncul tradisi dari SPK per daerah.
Dari tahapan tersebut harus ada action dalam memulai menulis. “Pengen menulis tanpa action adalah zonk”. Penyebab seseorang minder dalam menulis adalah minder yang akan berdampak pada kemacetan dalam menulis. Dengan demikian untuk menghilangkan rasa minder dalam menulis yaitu pertama, mencari teman agar tidak minder atau takut menulis; kedua, harus percaya dengan tulisan sendiri; ketiga, harus berfikiran bahwa tulisan adalah karya seni. Hal inilah yang harus ditumbuhkan pada diri kita masing-masing, sehingga rasa percaya diri dalam menulis akan muncul dan tetap terpatri dalam diri, pikiran dan action seseorang.
Dari acara diskusi dan sekaligus lauching SPK Tulungagung tentunya ada hikmahnya yang bisa kita ambil terkait suntikan spirit yang luar biasa dalam melawan males dan minder menulis. Bahkan tanpa adanya dorongan dan dukungan dari orang-orang yang semangat disekitar kita, terkadang semangat itu berbeda.
Mari kita sibukkan berkarya lewat tulisan


Kalidawir, 29 Juli 2020




Subscribe to Our Blog Updates!




Share this article!

7 komentar:

Return to top of page
Powered By Blogger | Design by Genesis Awesome | Blogger Template by Lord HTML