Kamis, 24 Mei 2012

LIBRARY 2.0

Definisi Library 2.0
Libray 2.0 adalah aplikasi teknologi berbasis web  yang interaktif, kolaboratif, dan multi media yang menjadikan perpustakaan mempunyai layanan dan koleksi berbasis web sehingga memudahkan semua pengguna untuk saling berinteraksi baik dengan petugas perpustakaan atau sesama pengguna.
Sarah Houghton mendefinisikan Library 2.0 sebagai berikut:
      "Library 2.0 simply means making your library's space (virtual and physical) more interactive, collaborative, and driven by community needs. Examples of where to start include blogs, gaming nights for teens, and collaborative photo sites. The basic drive is to get people back into the library by making the library relevant to what they want and need in their daily lives ... to make the library a destination and not an afterthought."
Sejarah library 2.0
Sejarah Library 2.0 berawal dari Web 2.0, Pada tahun 2004 dalam sebuah konferensi bertajuk Web 2.0 yang diprakarsai oleh Tim O'Reilly dan MediaLive International munculah pendapat bahwa sesuatu yang baru akan muncul. Dan inilah yang terjadi, munculnya konsep Web 2.0 meski masih memiliki  banyak ragam interpretasi, Selanjutnya tahun 2005, pada pertemuan yang dipimpin Tim O’Reilly mereka mencoba mendefinisikan ulang Web 2.0.
Batasan tentang Web 2.0 yang muncul adalah sederet kriteria berikut :
ü   Web 2.0 menggunakan jaringan sebagai landasan kerja yang menjangkau semua peralatan terkoneksi.
ü   Penerapan web 2.0 memanfaatkan keunggulan intrinsik landasan kerja tersebut.
ü   Menyediakan peranti lunak yang secara kontinyu diperbaiki karena semakin banyak pengguna yang berpartisipasi dalam upaya itu.
ü   Memakai dan memadukan data dari beragam sumber termasuk dari setiap individu pemakai.
ü   Menyediakan data dan jasa dalam format yang memungkinkan dipadukan oleh pihak lain.
ü   Menciptakan keunggulan jaringan dengan memakai arsitektur yang cocok untuk partisipasi banyak pihak.
ü   Melebihi kemampuan Web 1.0 karena diperkaya oleh pengalaman.
ü   Masih di tahun yang sama, yaitu tahun 2005, akhirnya tercetuslah “Library 2.0. Adalah Michael Casey yang mencetuskan istilah Library 2.0 untuk pertama kalinya dalam blognya yang bernama Library Crunch. Dikatakannya bahwa perpustakaan pada umumnya, terutama perpustakaan khusus dapat memanfaatkan berbagai kelebihan Web 2.0.
ü   Hingga saat ini, library 2.0 atau library 2.0 masih terus dikembangkan.
Bentuk-Bentuk Aplikatif Web 2.0
Ä  Photo/music/file sharing (Flickr.com)
Ä  Blog (wordpress.com, blogger.com).
Ä  Wiki (Wikipedia.com).
Ä  Media Streaming (Youtube.com).
Ä  Jejaring Sosial (Facebook.com, Twitter.com, Friendster.com).
Ä  Sinkronisasi Pesan (Yahoo Messenger.com).
Ä  Community book service (Librarything.com)
Konsep Library 2.0
Ø   Terpusat Pada Pengguna
      Pengguna memiliki peran penting dalam pengelolaan perpustakaan, dengan kata lain pengguna bukan hanya menjadi objek layanan tetapi juga sebagai subyek layanan. Hal itu terbukti dengan adanya web atau sistem informasi perpustakaan yang memberikan fasilitas mengunggah koleksi yang dimiliki pengguna perpustakaan melalui OPAC. OPAC (Online Publick Access Catalog) adalah alat bantu penelusuran yang berisikan cantuman bibliografi dari koleksi satu atau beberapa perpustakaan, disimpan pada magnetic disk atau media rekam lainnya, dan dibuat tersedia secara online kepada pengguna. Selain sebagai alat bantu penelusuran, OPAC dapat juga digunakan sebagai sarana untuk memeriksa status suatu bahan pustaka.
Ø   Ketersediaan layanan multimedia
      Berupa benyediaan  koleksi audio dan video yang dimiliki perpustakaan dengan menggunakan media streaming. Ada beberapa sistem informasi perpustakaan berbasis web yang menyediakan fasilitas media streaming, salah duanya yaitu IBRA untuk aplikasi komersil dan Senayan untuk aplikasi berbasis free open source software. Bahkan perpustakaan juga dapat menggunakan CMS Joomla dan menggunakan media streaming.
Ø   Kaya secara sosial.
      Terkait dengan kekayaan sosial yang dapat terwujud dengan pembuatan blog tau wiki serta fasilitas chatting antara pengelola perpustakaan atau disebut pustakawan dengan pengguna.
Ø   Inovatif secara bersama-sama
      Elemen yang keempat dan juga sebagai elemen terakhir yaitu dengan membangun forum diskusi atau buku tamu yang memungkinkan pengguna dapat memberikan masukan atau gagasan terkait dengan layanan perpustkaan.
Manfaat library 2.0
Dengan Lib 2.0 semua pengguna/pemustaka dapat berpartisipasi dalam pengembangan perpustakaan; Memberikan kemudahan bagi pengguna dalam mengakses informasi dimanapun dan kapanpun; Memberikan kemudahan pada petugas perpustakaan dalam mengevaluasi layanan perpustakaannya; Dapat memunculkan ide-ide baru dalam menginovasi sebuah perpustakaan yang kaya informasi; Dapat menciptakan kerjasama yang saling melengkapi antara perpustakaan satu dengan perpustakaan lainnya.



Subscribe to Our Blog Updates!




Share this article!

1 komentar:

  1. Adanya Library 2.0 sangat bermanfaat sekali, akan membawa suatu informasi yang bermanfaat di dunia yang menglobalisasi sekarang ini,,,

    BalasHapus

Return to top of page
Powered By Blogger | Design by Genesis Awesome | Blogger Template by Lord HTML